berjuta juta teriakan akan tuntutan kebebasan menggema di berbagai sudut dunia. tentu saja hal itu adalah sesuatu yang sangat lumrah terjadi bahkan sejak dahulu kala. sejarah sudah mencatatnya. sejarah sudah merekamnya. dan hingga sekarang, tuntutan-tuntutan itu terus menggema. masa-masa perang dunia dahulu kala mungkin menjadi salah satu situasi dimana tuntutan terhadap kebebasan menggema jauh lebih keras dari biasanya.

seseorang pernah memberitahuku akan sesuatu. pada saat itu aku tak memikirkan sama sekali apa dan bagaimana "bergemanya" tuntutan kebebasan yang ada di dalam diri manusia keluar dan berpengaruh terhadap sekitarnya. orang tersebut berkata, "tidak ada kebebasan sejati di dunia ini. dalam lingkup yang lebih kecil, ketika seseorang menuntut kebebasan, dan begitu juga orang lainnya, maka kebebasan mereka berdua akan berbenturan. sebagai contoh, seseorang berhasrat ingin menguasai dunia. Pada akhirnya tentu saja kata-kata "kebebasan" untuk melakukan sesuatu sebagai individu yang merdeka tak bisa menghalangi hasrat tersebut. disisi lain, ada juga manusia yang juga ingin menguasai dunia "diwilayah yang ternyata sama", dan lagi lagi memegang teguh kata "kebebasan" sebagai alasan pemenuhan hasratnya tersebut.  tentu saja dapat disimpulkan apa yang akan terjadi ketika dua tuntutan kebebasan bertemu. yap, perselisihan. berbenturan. yang sesringkali sejarah membuktikan bahwa kejadian ini berujung pada peperangan. 

okeh contoh lainnya yang lebih "normal"yang terjadi di masa sekarang. seseorang, menuntut kebebasan untuk dapat bertelanjang bulat di hadapan masyarakat tanpa ada hukum yang melarangnya. disisi lain, seseorang yang "dekat dengannya" menutut kebebasan untuk dapat merasakan kenyamanan, dimana orang tersebut tidak nyaman bila ada orang yang bertelanjang bulat dihadapannya. dapatkah kebebasan keduanya dikabulkan atau dilakukan ketika kedua tuntutan kebebasan itu nyatanya berbenturan? okelah bila mereka dipisahkan sejauh mungkin. tapi bagaimana bila hal ini, atau kasus yang serupa tapi tak sama terjadi dalam skala yang lebih luas, atau keadaan yang tak memungkinkan untuk berpindah atau berpisah? halo, bumi itu bulat kawan!

sejak dahulu, kejadian ini terus terjadi hingga sekarang. ekstrimnya, berujung pada peperangan. baik itu perebutan tanah lah.. perebutan kekuasaan lah... konflik antar suku lah...

hasrat kebebasan ini pada akhirnya harus di "kekang" agar keduanya mendapatkan keadilan, atau kadar kebebasan yang setara. kekangan ini dapat berupa hukum dan aturan... hukum dan aturan akan membatasi kedua belah pihak agar keduanya dapat terpuaskan, walau nyatanya kebebasannya kembali "terkekang".

yap, benar sekali kawan, tiada kebebasan sejati di dunia ini. karena hal itu tak mungkin terjadi.

tapi jangan membatasi dirimu dari dunia yang sempit ini ya... faktanya, sudut pandang bisa jadi salah satu jalan keluar terbaik dan paling sempurna untuk mengatasi segala permasalahan ini. 

mereka berkata, "pada akhirnya, kesendirian adalah saat dimana dirimu paling bebas". kesendirian adalah kebebasan sejati. sejak dahulu, manusia manusia yang mendapat "rahmat" atau "pencerahan", mereka temukan ketika sedang sendiri. (semedi, meditasi, dst). manusia hebat dan terkenal tapi ku lupa namanya pernah berkata, "ku temukan rahasia alam semesta dan jagat raya dalam keadaan sendiri dan mata yang tertutup". 


hahaha.. luar biasa bukan?

0 komentar:

Posting Komentar