Suatu saat sulaiman memohon kepada Tuhan untuk diizinkan menangkap iblis dan bala tentaranya.


Dia berfirman bahwa hal itu tidak akan pernah membawa kebaikan. Meskipun demikian, sang nabi terus memohon, dimana kali ini, dia memohon untuk menahan mereka beberapa hari saja.



Tuhan pun memberi izin. Setelah penangkapan besar-besaran, keesokan harinya beliau melakukan aktifitas biasa, salah satunya menjual barang ke pasar, suatu kebiasaan indah untuk orang yang memiliki kekuasaan terbesar.
Anehnya, tiada satupun orang berjualan atau membeli barang di tempat itu. Keanehan ini terjadi bahkan keesokan harinya.




Setelah ditelusuri, ternyata semua orang pergi ke tempat ibadah dan kuburan, berfokus pada bekal akhirat dan kerinduan ingin bertemu dengan Nya, serta melupakan keindahan dunia bahkan kehilangan hasrat untuk bertahan hidup seperti makan dan minum.
Sesuatu yang tentu tidak diinginkan tuhan.




Menghilangkan api dalam jiwa seringkali bukan menjadi jawaban dalam tiap permasalahan. Api tentu bisa membakar, tapi tak ayal bahwa api pun bisa menghangatkan diri ditengah dinginnya malam, memanaskan makanan dan minuman sehingga membuatnya lebih sedap dan nikmat, serta sejuta manfaat lainnya. Teruslah bermimpi, sehingga hasratnya bisa selalu menghangatkan jiwa jiwa kita yang sedang redup.






hilangkan hasrat mu, dan kau akan kehilangan identitasmu sebagai manusia.
kuasai hasrat mu, dan kau akan merasakan nikmatnya kehangatan jiwa.
dan bila hasrat mu tak terkendali, bersiaplah terbakar di dalam bara apinya.

0 komentar:

Posting Komentar