air mata telah jatuh..
membasahi bumi..
takan sanggup menghapus penyesalan...

penyesalan yang kini ada
jadi tak berarti...
karena waktu yang bengis terus pergi...

menangislah
bila harus menangis..
karena kita semua manusia.

manusia bisa terluka..
manusia pasti menangis...
dan manusia pun bisa mengambil hikmah...


dibalik segala duka..
tersimpan hikmah...
yang bisa kita petik pelajaran...

dibalik segala suka,,,
tersimpan hikmah...
yang kan mungkin bisa jadi cobaan...

dewa 19 - air mata







for my best friend...  betapa mendalamnya kesedihan yang kurasakan mendengar berita antum.. tak kuat diri ini menahan tetes mata kesedihan...  perjalanan terjal terus kau lalui tanpa lelah, demi masa depan yang telah coba engkau raih...

tembok demi tembok terus berusaha kau hancurkan, dengan segala kekuatan yang bisa kau kerahkan.. sekilas, ku kira hal ini akan berakhir, layaknya setiap doa yang kita ucapkan, dan kemudian kita bersama-sama melihat pemandangan di balik tembok misteri itu, tapi sekali lagi ternyata ada tembok lain yang berdiri di baliknya...

mungkin sang ayah dan sang ibu benar, untuk menghancurkan tembok yang satu ini, kita harus beristirahat dulu... mengumpulkan tenaga kembali, melepas beban berat di pundak dan kemudian setelah kuat, barulah kembali bersama-sama kita hancurkan...



kawan, aku berjanji... aku berjanji untuk mu sob... untuk menjadi pribadi yang sukses... pribadi yang bisa berguna untuk manusia...



doa dan doa akan selalu aku sampaikan kepada Allah untuk keberhasilan antum.. berjanjilah pada ku untuk tidak pernah sekali-kali terlintas pikiran "menyerah!" di pikiran antum, beranjilah...!









tiada gunanya aku ada di puncak gunung, ketika tiada sahabat ku disisi ku...
tiada gunanya aku sukses di pengujung, ketika tiada sahabat ku yang juga sukses bersama ku...











0 komentar:

Posting Komentar